Saat ini terdapat 5 perguruan tinggi yang mempelajari masalah paranormal termasuk fenomena reinkarnasi yaitu: Princeton University (USA), University of Edinburg (Inggris), University of Amsterdam (Belanda), University of Freiburg (Jerman) dan University of Virginia (USA). Banyak mahasiswa telah mendapatkan gelar Ph.D. melalui penelitian mereka tentang fenomena metafisika ini.
Mengeksplorasi konsep reinkarnasi melalui regresi kehidupan masa lalu, kita dapat melihat apa yang ada di sisi lain. Terdapat dua studi statistik ingatan kehidupan lampau yang pantas untuk di perhatikan, yang pertama adalah ‘Dua Puluh Kasus tentang Reinkarasi’ [Twenty Cases Suggestive of Reincarnation], karya Ian Stvenson, MD, yang saat itu sebagai ketua Psychiatry Universitas Virginia.
Pada tahun 1980 sekelompok kecil psikiatris dan psikolog secara bersama membentuk perkumpulan yang dinamakan Association for Past-Life Research and Therapies (APRT). Dan pada tahun 2000, direformasi menjadi International Association for Regression Research and Therapies (IARRT). Selama 20 tahun, himpunan ini berkembang menjadi 1000 anggota di 20 negara yang memiliki lisensi psikotherapist yang menghasilkan konsistensi bukti-bukti dan juga pertukaran informasi melalui konfrensi, newsletter dan jurnal-jurnal professional.
Pada tahun 1882, saat pendirian Society for Psychical Research, yang salah satu sasaran utamanya ialah menyelidiki dan mengungkap atau mengkisahkan secara dokumenter fenomena yang menunjukkan orang yang sudah mati tetapi masih eksis jiwanya.
Sejak tahun 1882 sampai dengan tahun 1930-an, para peneliti dari society tersebut di Perancis dan Italia telah menemukan contoh kasus beberapa kisah pribadi tentang memori kehidupan masa lampau, beberapa diantaranya telah mengalami pembuktian penelitian secara jangka panjang dan memiliki daya keterandalan yang sangat kuat. Berdasarkan memory pribadi tentang pengalaman pada kehidupan masa lampau semacam ini dan setelah melalui metode penyelidikan dan pembuktian, disebutlah “Metode Tradisional”.
Metode penelitian lainnya berkaitan dengan penggunaan hypnotherapy. Salah satu peneliti fenomena ganjil paling tersohor di Perancis adalah Col. Albert de Rochas, yang pertama kali secara sistematis menggunakan hypnotherapy membawa obyek penelitian ke dalam memori kehidupan masa lampau mereka dan menemukan bahwa si obyek tersebut walau tiada tertarik sedikit pun dengan reinkarnasi, mereka tetap saja dapat mengingat pengalaman kehidupan masa lampaunya. Begitulah ia menyimpulkan penemuan pribadinya di dalam artikel yang ditulisnya pada tahun 1905.
Tahun 1956, “The Search for Bridey Murphy”, hasil karya terkenal dari Morey Bernstein terbit. Buku tersebut, dimana sang penulis sendiri yang mengikuti suatu kasus hipnotis, menggabungkan konsep reinkarnasi dan hypnotherapy menjadi satu. Buku itu juga telah mengumandangkan terompet pioneer bagi reset ilmiah untuk reinkarnasi modern barat dan telah membangun sebuah panggung lapang bagi climax reset reinkarnasi yang kelak bakal tiba.
Dengan menggunakan hypnotherapy, ia memunculkan ingatan masa lalu anak-anak secara spontan. Ia dan stafnya menelusuri 60 laporan yang dialami anak-anak pada usia 3 sampai dengan 6 tahun yang mampu mengingat kehidupan masa lampaunya dan secara intensif menyelidiki 20 laporan diantaranya. Dimana anak-anak itu menemukan jalan menuju desanya yang tidak pernah mereka dengar apalagi mengunjungi ke sana sebelumnya, mengenali orang-orang, mengingat nama-nama mereka, nama-nama jalan, rumah-rumah dan kejadian-kejadian yang ada di sana. Setelah penyelidikan panjang, Dr Stevenson menyimpulkan bahwa penjelasan yang masuk akal adalah reinkarnasi dari ingatan pengetahuan anak-anak tersebut.
Uji statistik untuk ingatan kehidupan masa lampau dengan metoda hipnotis pada orang dewasa, digambarkan secara klinis oleh psikiatris, Helen Wambach, Ph.D., dalam “Reliving Past Lives: The Evidence Under Hypnisis” [Mengingat Kehidupan Lampau: Bukti dibawah hypnotherapy], Helen Wambach melakukan regresi berulang terhadap 1200 orang, ia temukan bahwa ingatan kehidupan masa lalu konsisten akurat pada hal-hal detail yang dialami para subjek pada kehidupan sehari-harinya saat itu, yaitu dari rentang tahun 1900 sampai dengan 500 SM. Dalam skala besarnya bahkan konsisten terhadap distribusi gender yang berfluktuasi dari masa ke masa.
Helen Wambach juga mengemukakan bahwa ketika meregresi ingatan para subjek menjelang kematian mereka dan transisi ke dimensi lain, para subjek menyatakan melihat cahaya yang sangat menyilaukan. Cahaya itu mereka lihat ratusan kali. Pengalaman memasuki cahaya itu adalah cukup petunjuk bagi mereka bahwa kematian bukan lagi suatu hal yang mengkhawatirkan.
Beberapa Penelitian dan Para Peneliti yang Membuktikan Reinkarnasi.
1. Dr. Ian Stevenson
Dr. Ian Stevenson adalah seorang seorang profesor peneliti dari University of Virginia, Departemen Kejiwaan, Divisi Bagian Kepribadian (DOPS) yang kita sebut dalam membicarakan reinkarnasi secara ilmiah. Ian Stevenson adalah tokoh simbolik peneliti reinkarnasi yang menggunakan “Metode Tradisional”. Beliau menjabat kepala penelitian masalah reinkarnasi. Penelitian DOPS ini dapat dimungkinkan karena adanya sumbangan dari Eminent Scholars Chair (semacam perkumpulan mahasiswa yang ulung) dan sejumlah besar warisan tanah dari Priscilla Woolfan. DOPS menyatakan “Tujuan utama penyelidikan secara ilmiah atas fenomena yang disarankan, asumsi dan teori yang dapat diterima oleh ilmu pengetahuan tentang sifat dasar pikiran ataupun kesadaran, dan hubungannya dengan materi yang mungkin salah.”
Artikel yang ia publikasikan pada tahun 1960 (Bukti Memory Kehidupan Masa Lampau), dinobatkan sebagai prolog penelitian reinkarnasi barat modern. 40 tahun lebih sesudah tahun itu, ia berkeliling ke seluruh pelosok dunia untuk menyelidiki, mencatat, mengumpulkan, menguji, dan mencocokkan orang-orang, terutama “anak-anak yang mengingat kehidupan masa lalu dan yang mempunyai tanda lahir atau cacat lahir yang dihubungkan dengan luka, biasanya fatal.” Dr. Ian Stevenson, telah mengumpulkan ribuan rekaman dari anak-anak berumur dari 2-7 tahun yang tinggal di Timur Tengah, Eropa, Asia dan Amerika.
Sangat mencengangkan, karena ditemukan bahwa ingatan akan kehidupan masa lalu akan memudar sekitar umur 7 tahun. Anak-anak akan berbicara secara langsung tentang kehidupan masa lalunya, ingin pulang kembali ke “rumah”, rindu sebagai ibu dan suami dari kehidupan yang lain, dan sering ditunjukkan dengan adanya tanda ketakutan yang tidak biasanya dalam keluarga yang sekarang atau yang tidak dapat dijelaskan oleh kehidupannya sekarang. Sebagai tambahan, mereka mengetahui sesuatu hal dimana mereka tidak dapat belajar atau mendengar dari kehidupannya sekarang. Dan yang sangat menakjubkan adalah pernyataan anak-anak tersebut dapat dibuktikan dengan kehidupan nyata atau kejadian kematian dalam banyak kasus.
Dr. Ian Stevenson menulis, “Sering, anak-anak ini berbicara tentang orang-orang dan kejadian-kejadian dari kehidupan sebelumnya, bukan kehidupan yang samar-samar dari abad yang lalu, akan tetapi kehidupan yang jelas, individu yang dapat dikenali, yang kadang-kadang tidak seluruhnya diketahui oleh keluarganya dan tinggal di kota yang berbeda atau tempat yang berbeda atau tinggal di negara yang lain.” Beberapa anak juga kelihatannya mengingat kehidupan sebelumnya yang terjadi pada dasawarsa yang lalu dan yang paling mencengangkan bahwa ia menemukan anak-anak yang dapat berbicara bahasa asing.
Dr. Ian Stevenson telah mempublikasikan sepuluh buah karya khusus serta beberapa puluh tesis ilmiah, banyak diantaranya oleh para peneliti dianggap sebagai “kitab suci” mereka, terutama adalah dua karya buku, “Twenty Cases Suggestive of Reincarnation” dan “Children Who Remember Previous Lives”, yang telah banyak dimanfaatkan oleh peneliti generasi penerus. Beberapa lainnya misalnya Reincarnation and Biology: A Contribution to the Etiology ofBirthmarks and Birth Defects, Where Reincarnation and Biology Intersect, dan Cases of the Reincarnation Type; Vol I (India), II (Sri Lanka), III (Lebanon danTurki) dan IV (Thailand dan Birma).
“Twenty Cases Suggestive of Reincarnation” adalah karya Dr. Ian Stevenson yang membuatnya menjadi tersohor. Dua puluh contoh kasus reinkarnasi yang tercatat di dalam bukunya adalah sebagian contoh kasus yang dikoleksi, diedit dan telah dilakukan verifikasi melalui perjalanan ilmiahnya antara tahun 1961 hingga 1965 dari India, Sri Langka, Brazil, Libanon hingga ke Alaska-Amerika. Di dalam buku tersebut ada satu contoh kasus dalam reinkarnasi yang sangat langka dan memiliki nilai penelitian istimewa, Professor Stevenson menyebutnya sebagai “Exchange Incarnation / Pertukaran Inkarnasi”.
BEBERAPA CERITA FAKTA HASIL PENELUSURAN ILMIAH Dr. Ian Stevenson
Pada tahun 1954, Jasbir anak dari Sri Girdhali Lal Jat yang berumur tiga setengah tahun dinyatakan mati karena cacar, ia belum sempat dikubur dan pada malam harinya telah hidup kembali. Setelah lewat beberapa hari, ia sudah mulai bisa berbicara lagi, bahkan beberapa minggu kemudian ternyata ia bisa dengan jelas mengekspresikan dirinya sendiri. Ia mengatakan dirinya bukan anak Jasbir, melainkan bernama Sobha Ram dan berusia 22 tahun, putra dari Sri Shankar Lal Tyagi Kepala Brahmana dari desa Vehedi.
Ia (Sobha Ram) menjelaskan dengan detail kematiannya: Pada tahun 1954, Ia ada di suatu prosesi perkawinan dari satu desa ke desa lain, Ia memakan sebuah permen yang beracun pemberian seseorang yang meminjam uang darinya, kemudian Ia menjadi pusing dan terjatuh dari atas kereta kuda yang ditumpanginya dan kepalanya terbentur hingga mati. Ia meninggalkan seorang istri (Sumantra) dan seorang anak lelaki (Baleshwar). Dalam kematiannya ia bertemu seorang ‘Saddhu’ (orang suci) yang menyarankannya untuk mengambil tubuh lain dan ketika itu hanya tersedia tubuh Jasbir. Karena Ia Brahmana, Ia menolak segala makanan dari rumah, untung saja ada seorang perempuan Brahmana yang setiap hari berbaik hati membuatkan nasi untuknya jika tidak Ia kemungkinan bisa sungguh-sungguh mati kelaparan.
Setelah kisahnya telah memperoleh pembuktian, anggota keluarga kehidupan masa lampaunya sering mengajaknya keluar bermain. Ia bermain dengan sukaria di “rumah lama”nya, tidak sudi balik ke rumah (tempat ia mendapat tubuh) lagi, karena ia di situ mengalami kesepian dan kesendirian.
Contoh lainnya dari hasil riset Dr. Ian Stevenson ialah seorang anak bernama Ravi Shankar dilahirkan 1951 di kota Kanaiy, India Utara. Ayahnya bernama Ram Gupta; sejak berumur dua tahun, si anak bersikeras bahwa sebenarnya ayahnya adalah seorang bankir bernama Jogeshwar. Dia juga mengatakan bahwa pada kehidupan lalunya dia dibunuh dengan digorok tenggorokannya oleh dua orang – Chaturi dan Jamahar. Sebagai bukti, si anak menunjuk tanda lahir di lehernya, yang memang bertanda-lahir seperti bekas luka potong. Penyelidikan kemudian membuktikan bahwa ternyata setengah mil dari kediaman mereka, ada seseorang yang bernama Jogeshwar dan mempunyai anak laki-laki bernama Munna yang telah dibunuh, persis seperti apa yang digambarkan oleh Ravi Shankar. Yang berwajib sejauh ini memang sangat mencurigai dua orang sebagai pembunuhnya, seorang binatu bernama Chaturi dan seorang bankir bernama Jamahar, namun mereka dibebaskan karena kurangnya bukti. Munna dibunuh enam bulan sebelum Ravi lahir.
Karya utama Stevenson termasuk: “Reinkarnasi dan Ilmu Biologi – Perjumpaan disini”, “Bahasa yang bisa sendiri tanpa dipelajari – Penelitian baru terhadap kemampuan bahasa asing supra natural”, “Contoh kasus bentuk Reinkarnasi (4 jilid)”. Meskipun Stevenson bukan orang pertama dari barat yang melakukan penelitian reinkarnasi, tetapi ia dengan sikap yang serius, gaya yang teliti dan status/posisi keilmuan yang menonjol telah memperoleh penghargaan dari seluruh masyarakat yang tidak pernah ada sebelumnya bagi reset reinkarnasi.
Dalam bukunya berjudul Birthmarks, Dr. Ian Stevenson melaporkan ada lebih dari 200 kasus. Digambarkan dengan detail kematian anak-anak pada kehidupan sebelumnya, seperti terbunuh oleh suatu benda tajam. “Tanda lahir sering dihubungkan dengan luka atau tanda-tanda yang lain pada kematian seseorang yang hidup yang diingat oleh anak-anak”. Ia juga dapat menemukan hubungannya dari laporan visum kedokteran dan dapat juga membuktikan ketelitian dari masing-masing ingatan anak.
Tipe penelitian yang lain, seperti disebutkan sebelumnya adalah berdasarkan atas “hipnotis”, yaitu setiap orang yang dihipnotis oleh seorang psikoterapi untuk memanggil ingatan pada kehidupan sebelumnya. Sebenarnya hipnotis tidak menggambarkan proses untuk memanggil kehidupan sebelumnya karena pada kenyataannya menggunakan teknik yang lebih maju yang disebut “Terapi Kilas Balik Kehidupan Masa Lalu (Past Research Life)” Di bawah pengaruh PRL, pasien tidak tertidur dan gelombang otaknya berbeda dari kondisi tidur. Lebih jauh, berkenaan dengan gelombang otak, beberapa psikoterapi dapat menyebabkan pasien berada pada tingkat kesadaran yang berbeda daripada kondisi hipnotis tradisional. Kondisi ini dapat disamakan pada kondisi hening yang dicapai melalui suatu kultivasi. Telah diketahui bahwa dalam kondisi kesadaran yang terpusat, pasien dapat melakukan kontak dengan kesadaran yang lebih dalam, kemudian mereka dapat masuk ke masa lalu, sementara kesadaran yang sekarang masih aktif.
Memang PRL masih sangat kontroversial dan mendapat kecaman yang keras dari sejumlah ilmuwan. Namun demikian, David Quigley (Siapa Dia?) menemukan pada riset ilmiah dan percobaan dengan PRL ada sejumlah besar data yang akan membuktikan kepada ilmuwan bahwa banyak ingatan “kehidupan masa lalu” didasari dari kisah nyata sejarah. Kemudian ia mengutip hasil riset dari Helen Wambach (Reliving Past Lives), Marge Riedes Mison ke Marlboro dan 30 kasus reinkarnasi milik Dr. Ian Stevenson. Dia berkata, “Siapa saja yang masih tidak mengakui ini, pada kenyataannya, mereka terperangkap dalam ‘ajaran’ yang tidak irasional, dapat disamakan dengan kepercayaan para “sarjana” gereja di abad ke-16 yang tetap pada kepercayaannya bahwa bumi sebagai pusat sistem tata surya.”
2. Dr. Brian Weiss
Dr. Brian Weiss,M.D, seorang psikoterapi tradisional, lulusan University Columbia, Yale Medical School dan Kepala Psikiatri Emeritus di Mount Sinai Medical Center di Miami, adalah orang yang paling terkenal menggunakan PRL. Setelah lulus dari Yale, dia mengajar di Universitas Pittsburgh dan Universitas Miami. Di umurnya yang ke delapan puluh, saat dia menjadi Kepala Psikiatri Emeritus, ia telah menerbitkan kurang lebih 40-an makalah.
Sebagai seorang yang terpelajar, dia tidak terlalu ambil perhatian terhadap para psikologi. Awalnya dia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali dan tidak tertarik dengan reinkarnasi. Belakangan Dr. Weiss mulai tertarik akan masalah tersebut. Buku pertamanya yang membahas masalah reinkarnasi Many Lives, Many Masters terjual sebanyak dua juta kopi dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa.
Dalam buku Dr. Weiss yang berjudul: “Cinta Sejati Singgah Selamanya”, diantaranya menceritakan seorang lelaki dan wanita yang sebelumnya belum pernah kenal mencari Dr. Weiss untuk melakukan terapi “Mengenang”. Kedua orang ini masing-masingnya mengingat kehidupan bersama pada masa lampau yakni 2000 tahun yang lalu di Jerusalem, ketika itu mereka adalah sepasang ayah dan anak, si ayah mengalami siksaan pasukan Roma dan mati di pelukan putrinya. Mereka berdua pernah bertemu satu kali di dalam klinik Dr. Weiss, namun karena etika profesi, Dr. Weiss tidak boleh saling membocorkan memori mereka. Akan tetapi setelah therapy mereka dinyatakan selesai, jemari takdir telah mengembangkan aturannya dengan gaib, kedua orang tersebut secara “kebetulan” bersamaan menumpang pesawat yang sama, kemudian saling berkenalan dan saling mencinta.
3. Dr. Helen Wambach
Dr. Helen Wambach dalam bukunya yang berjudul ‘Reliving Past Lives and Life Before Life’ diterbitkan pada tahun 1978 oleh Bantam Paperback Books. Buku ini memuat bukti dari reinkarnasi selama proses hipnotis. Dr. Wambach, dengan pengalaman profesionalnya semula dibingungkan dan cenderung sinis mengenai hal ini namun menjadi tertarik pada fenomena spritual dan mendapatkan satu kesimpulan pasti mengenainya.
Beliau melakukan survei selama sepuluh tahun mengenai kehidupan sebelumnya melalui metode hipnotis kepada 1.088 orang. Ia memilih subjeknya adalah kulit putih kelas menengah dari California. Usia subjek rata-rata adalah 30 tahun, lahir setelah tahun 1945. Dalam Hipnotis, Dr. Wambach menanyakan secara spesifik mengenai waktu kehidupan mereka, status sosial, keseharian mereka, ras, jenis kelamin, pakaian, perabotan, uang, rumah dan yang mereka suka di kehidupan sebelumnya.
Perlu dicatat, bahwa sebelum hipnotis pada umumnya mereka berpikir bahwa di kehidupan dulu mereka adalah seorang terkenal, sukses atau orang terhormat dan bukan sebagai orang biasa seperti petani atau di kehidupan suku primitif. Hasil analisis dari data yang terkumpul, Dr. Wambach menyimpulkan bahwa informasi melalui metode hipnotis dengan rekaman sejarah adalah sesuai dengan fakta dengan pengecualian pada 11 subjek, sebagai contoh seorang subjek mengatakan bahwa ia main piano pada abad ke-15, padahal piano ditemuan baru dua abad setelahnya, sembilan subjek memberikan deviasi tipis pada frame waktu sejarah, 1% dari seluruh subjek ternyata tidak memberikan informasi akurat selama hipnotis.
Dari status sosial, Dr Wambach menemukan hasil bahwa mereka 10% dari kelas atas, 20-35% kelas menengah dan 55-70% dari kelas bawah dengan proprosi kelas menengah adalah relatif lebih besar pada tahun kehidupan mereka di 1000 SM, kemudian menurun dan meningkat kembali di taun 1700 M dibandingkan dengan tahun 1000 SM. 60-77% hidup dibawah standar kemiskinan, memakai pakaian buatan sendiri, rumah dari atap jerami. Mayoritas adalah petani yang bekerja tiap hari di ladang, tidak ada dari mereka yang dahulunya adalah orang terkenal dalam sejarah. Mereka yang memiliki status sosial tinggi kelihatannya tidak menyukai kehidupan mereka (petani) mempunyai beban untuk bertahan hidup. Mereka yang dulunya hidup sebagai petani atau hidup di suku yang primitif puas dengan kehidupan mereka.
Mereka pernah hidup di berbagai area geografi mempunyai warna rambut yang berbeda-beda. Dr Wambach membagi kehidupan mereka sebelumnya ke dalam turunan Kaukasus, Asia, Indian, Kulit Hitam dan Timur Tengah. Di sekitar kehidupan 2000 SM, 20% subjek adalah ras Kaukasus, hidup tersebar di Timur Tengah, Mediterania, Eropa dan Asia Tengah (Kazakhstan, Uzbekistan, dsb yang dulu dinamakan daerah padang rumput).
Antara kehidupan tahun 1900 sampai 1945, 1/3 adalah ras Asia. Banyak dari mereka yang meninggal karena penyebab non alami selama tahun 1900-1945, yaitu dua perang dunia dan perang sipil di negara-negara Asia. Mereka segera reinkarnasi setelah meninggal. 69% dari subjek yang meninggal di sekitar tahun 1850-an adalah ras Kaukasus. Yang meninggal tahun 1900-1945, 40%-nya ras Kaukasus.
Jenis kelamin subjek adalah tidak sama di berbagai kehidupan, sebagai contoh seorang pria dulunya adalah wanita dan hidup di China pada tahun 480 SM. Pria lainnya dulunya lahir sebagai seorang wanita Indian yang meninggal akibat sulit melahirkan. Pria itu dapat menggambarkan kesakitan yang ia derita. Dari populasi, rasio pria dan wanita di kehidupan dahulunya adalah sama disetiap usianya.
Mereka yang hidup di tahun 500 SM menyatakan bahwa makanan tidaklah buruk. 20% mengingat bahwa mereka memakan daging unggas dan biri-biri. Namun di sekitar tahun 25 M sampai dengan 1200 M, kebiasaan makan masyarakat menjadi lebih buruk, para subjek mengatakan bahwa makanan kurang ada rasanya.
Satu orang ingat bahwa ia hidup pada tahun 800 M di daerah yang saat ini dinamakan Indonesia, ia mengingat bahwa ia makan sejenis kacang-kacangan yang ia tidak pernah lihat dalam kehidupannya sekarang. Suatu ketika ia melihat jenis kacang itu ada di majalah dan persis dengan yang ia ingat makan selama periode hipnosis. Artikel tersebut mengatakan bahwa kacang-kacangan itu hanya ditemukan di pulau Bali.
Situs Past Life Memory Bank merekam pengakuan orang-orang yang mengklaim bahwa mereka pernah dilahirkan sebagai binatang misalnya Merpati, Srigala, Anjing, Unta, Ikan, dan sebagainya.
Menurut Survey dan polling tahun 1999-2002, populasi orang-orang yang percaya pada reinkarnasi di Negara-negara Nordic adalah 22%, Negara-negara Baltic, termasuk Lithuania 44%. Jerman Timur 12%, Russia 33%, Negara Eropa Barat 22%. Sedangkan menurut Survey Subday Telegraph di London, tahun 1985, 28% dari orang Inggris percaya akan reinkarnasi. Survei George Gallup pada tahun 1982, menyatakan bahwa 67% dari orang Amerika percaya akan kehidupan sesudah mati dan 23% percaya pada reinkarnasi. Tahun 2005, 20% Orang dewasa Amerika percaya reinkarnasi. Menurut survei Barna Group, NGO riset Kristen, 25% Kristen Amerika percaya reinkarnasi. [Dr. Joel L. Whitton Ph.D dan Joe Fisher: Life Between Life, penerbit Gafton, 1987, hal 87.]
Col. Albert de Rochas, Dr. Stevenson, Dr. Brian Weiss dan Dr. Helen Wambach bukanlah Ilmuwan yang beragama Hindu atau Buddha. Pada awalnya mereka skeptic dan tidak netral mendukung reinkarnasi. Namun dari penelitian mereka menyatakan bukti-bukti adanya reinkarnasi yang tidak mampu dijelaskan oleh ajaran Islam dan Kristen!
Penganut ajaran dari India dan agama Timur lainnya tidak akan ragu sedikitpun apabila disuguhi kisah nyata reinkarnasi karena dasar ajaran agamanya memang mengenal konsep reinkarnasi.